Jurnal Inovasi Kebijakan http://jurnalinovkebijakan.com/index.php/JIK <p>Jurnal Inovasi Kebijakan (JIK) adalah salah satu jurnal publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh <a title="Balitbangda Kota Kupang" href="http://litbang.kupangkota.go.id">Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Kupang</a>. Tujuan JIK adalah untuk membangun saluran komunikasi yang efektif antara para pemangku kepentingan termasuk lembaga penelitian dan akademik, pemerintah dan masyarakat. Ini juga bertujuan untuk mempromosikan dan menyebarluaskan temuan penelitian dalam pengembangan kebijakan baik di tingkat lokal maupun regional. Silahkan <a href="http://jurnalinovkebijakan.com/index.php/jurnalinovkebijakan/login">Masuk</a> atau <a href="http://jurnalinovkebijakan.com/index.php/jurnalinovkebijakan/user/register">Daftar </a>untuk memulai mengirimkan artikel ilmiah.</p> Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Kupang id-ID Jurnal Inovasi Kebijakan 2548-2165 <p><strong>Pemberitahuan Hak Cipta</strong></p> <p>Seorang penulis yang menerbitkan dalam Jurnal Inovasi Kebijakan (JIK) menyetujui persyaratan berikut:</p> <ul> <li class="show">Penulis memiliki hak cipta dan memberikan JIK hak untuk publikasi pertama karya secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 yang&nbsp;membolehkan pihak lain untuk membagi hasil publikasi ini dengan menyertakan penyebutan atas kepemilikan Penulis (<em>acknowledgement</em>&nbsp;<em>of the work’s authorship</em>) dan penerbitan pertama (<em>initial publication</em>) dalam jurnal ini;</li> <li class="show">Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam sebuah buku) dengan pengakuan publikasi awal dalam jurnal ini;</li> <li class="show">Penulis diizinkan dan didorong untuk mempostingkan karyanya secara online (misalnya, dalam repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penerbitan, untuk memperbesar peluang sitasi atas hasil penelitian yang diterbitkan.</li> </ul> <p>Baca lebih lanjut tentang Lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 di sini:&nbsp;<a href="https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/</a>&nbsp;.</p> Analisis Pengembangan Sektor Potensial Guna Mendorong Peningkatan Perekonomian Wilayah Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur http://jurnalinovkebijakan.com/index.php/JIK/article/view/50 <p>Pembangunan daerah perlu memperhatikan potensi daerah, yang dilakukan dengan menelaah PDRB untuk melihat adanya potensi unggulan/basis dan non unggulan/non basis dalam rangka mengoptimalkan hasil pembangunan guna mendapatkan tingkat kesejahteraan yang tinggi. Jika pemerintah menginginkan daerahnya berkembang dan maku,, maka program pembangunannya harus berangkat dari pengembangan potensi ekonomi unggulannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengembangan sektor potensial dan merumuskan alternatif strategi pengembangan perekonomian Kota Kupang.. Metode analisis yang digunakan adalah Locaion Quotient (LQ),, dan SWOT. Hasil dari penelitian adalah terdapat lima sektor memiliki nilai LQ &gt; 1. Sektor yang paling potensial dikembangkan di Kota Kupang yaitu, Sektor listrik, gas, dan air bersih; sektor Keuangan persewahan dan perusahaan, sektor Pengangkutan; sektor Konstruksi; dan sector Perdagangan hotel dan restoran. analisis SWOT menunjukkan bahwa faktor Strengths (kekuatan), kelemahan (Weaknesses), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman) strategi pengembangan sektor potensial perekonomian tergolong dalam kuadran Progresif.</p> M Basri Hak Cipta (c) 2021 Jurnal Inovasi Kebijakan https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2020-11-25 2020-11-25 5 2 1 8 10.37182/jik.v5i2.50 Strategi Place Triangle Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Masyarakat Di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur http://jurnalinovkebijakan.com/index.php/JIK/article/view/52 <p>Kehadiran pariwisata terbukti memberikan dampak positif bagi pembentukan kesejahteraan masyarakat di Kota Kupang NTT, karena kehadiran pariwisata dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyrakat disekitar destinasi pariwisata seperi tumbuhnya usaha kuliner, warung, usaha perdagangan, biro perjalanan, art shop dan usaha pariwisata lainnya. Agar pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat di Kota Kupang dapat berhasil, diperlukan peran pemerintah, peran swasta dan modal sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan: (1) Konsep yang tepat dalam triangel untuk pembangunan Pariwisata berkelanjutan (2) Strategi peran pemerintah, peran swasta,dan partisipasi masyarakat terhadap pembangunan pariwisata berkelanjutan di Kota Kupang (3) untuk merancang strategi yang tepat dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kota Kupang. Penelitian ini dilakukan di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada enam kecamatan yang terdapat destinasi wisata, baik wisata alam, wisata bahari, wisata religi, maupun wisata buatan. Sampel dalam penelitian ini adalah 270 responden. Data yang dikumpulkan, untuk memperkuat strategi pariwisata di Kota Kupang digunakan analisis SWOT. Hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: (1) peran pemerintah, peran swasta dan masyarakat diterapkan dalam konsep treeangel (2) strategi yang tepat dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Kota Kupang, adalah Weaknesses and Opportunities yaitu strategi meminimalkan kelemahan (weaknesses) dengan memanfaatkan peluang.</p> Maria Bernadetha Ringa Hak Cipta (c) 2020 Jurnal Inovasi Kebijakan https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2020-11-25 2020-11-25 5 2 9 25 10.37182/jik.v5i2.52 Interaksi Pertimbangan Etika Dan Perilaku Penyusun Anggaran Terhadap Senjangan Anggaran Pemerintah Daerah http://jurnalinovkebijakan.com/index.php/JIK/article/view/48 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menguji dampak interaksi antara perilaku penyusun anggaran dan pertimbangan etika terhadap senjangan anggaran pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Kupang. Pengujian menggunakan analisis regresi linear berganda untuk menguji pengaruh parsial, simultan dan interaksi antar variabel melalui desain kuasi eksperimen. Hasil penelitian dimulai dengan uji asumsi klasik yang menujukan hasil signifikan untuk semua uji. Uji parsial variabel independen perilaku penyusun anggaran (X1) dan pertimbangan etika (X2) menunjukan keterdukungan pada level signifikansi &lt;0.05. uji simultan menunjukan pengaruh pada level 0.000&lt;0.05 yang berarti secara bersama-sama variabel X1 dan X2 berpengaruh terhadap variabel Y dengan nilai R2 sebesar 41%. Hasil uji interaksi menunjukan bahwa variabel pemoderasi menyebabkan tidak terdukungnya hipotesis 4 pada level signifikansi &gt;0.05. Hasil penelitian ini diharapkan berkontribusi terhadap pemerintah daerah dalam proses perencanaan dan pelaksanaan anggaran dengan mempertimbangkan kecenderungan senjangan anggaran yang mungkin dilakukan oleh penyusun anggaran dengan pertimbangan etika dan norma terinternalisasi dan perilaku pada saat menyusun anggaran.</p> Helda Marlin Ala Mesri Welhelmina Nisriani Manafe Hak Cipta (c) 2020 Jurnal Inovasi Kebijakan https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2020-11-25 2020-11-25 5 2 27 33 10.37182/jik.v5i2.48 Evaluasi Tingkat Kematangan Tata Kelola Teknologi Informasi pada Layanan Informasi Publik dan Pengaduan Masyarakat Pemerintah Kota Kupang menggunakan COBIT 4.0 http://jurnalinovkebijakan.com/index.php/JIK/article/view/56 <p>Perkembangan Teknologi Informasi (TI) sangat berdampak secara signifikan terhadap perubahan sistem pemerintahan saat ini. Implementasi TI pada semua sektor pemerintahan menjadi salah satu solusi guna meningkatkan interakasi layanan pemerintah kepada masyarakat (government to citizen G to C ). Untuk itu dipandang perlu penerapan kerangka kerja (framework) dalam tata kelola teknologi informasi agar dapat dipastikan bahwa implementasi teknologi informasi dapat dimungkinkan dalam sistem pemerintahan, memaksimalkan segala keuntungan yang ada, berbagai resiko terhadap teknologi informasi dapat dikelola secara benar dan tepat, dan semua sumber daya terkait dengan teknologi informasi dapat digunakan oleh aparatur pemerintahan secara bertanggung jawab. Guna mencapai tujuan dimaksud perlu untuk di lakukan evaluasi terhadap perencanan, proses implementasi, tindakan pengawasan serta evaluasi berkelanjutan. Dengan adanya implementasi Smart City di Kota Kupang maka perlu adanya evaluasi berkelanjutan terhadap layanan teknologi informasi pada pemerintah Kota Kupang. Pada penelitian ini COBIT 4.0 sebagai pendekatan tata kelola TI untuk mengatahui tingkat kematangan tata kelola TI. Penelitian ini menggunakan enam tribut kematangan COBIT 4.0. Dengan menggunakan analisis deskriptif setiap atribut kematangan akan dilakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat kematangan layanan informasi publik dan layanan pengaduan masyarakat. Hasil evaluasi penelitian ini menetapkan dua jenis kondisi yaitu saat ini (as is) dan diharapkan (to be). Berdasarkan indeks kematangan layanan informasi publik dan pengaduan masyarakat indeks kematangan pada kondisi saat ini (as is) dengan nilai 2,0. Nilai indeks ini menyatakan bahawa predikat kematangan adalah ‘Repeatable but intuitive (Pengulangan)’. Predikat ini menunjukan bahwa proses pengelolaan teknologi informasi telah berjalan dan dikembangkan berdasarkan kondisi secara situasional. OPD Kota Kupang sudah memiliki pola dalam melaksanakan proses pengelolaan teknologi informasi berdasarkan berbagai pengalaman yang berulang, yang pernah dilakukan pada berbagai aktivitas terkait teknologi informasi sebelumnya. Prosedur dan proses tata kelola teknologi informasi belum terstandarisasi termasuk tanggung jawab hanya diserahkan kepada perorangan atau personal tertentu. Prsedur tidak terkomunikasikan secara formal, masih dalam wacana serta keterbatasan sumber daya manusia yang berdampak terjadinya penyimpangan. Perencanaan dan aktivitas pelatihan sumber daya manusia juga tidak secara formal. Sedangkan indeks kematangan layanan informasi publik dan pengaduan masyarakat kondisi yang diharapkan/diinginkan (to be) dengan nilai indeks 5,0. Nilai indeks ini menyatakan bahawa predikat kematangan adalah ‘Optimised (Dioptimalkan)’. Predikat indeks kematangan tersebut menunjukan harapan besar bagi semua OPD terhadap tata kelola teknologi informasi pada layanan informasi publik dan layanan pengaduan masyarakat kedepanya secara optimal. Keinginan OPD pada predikat tersebut mengharapkan adanya kesesuaian antara berbagai praktek terbaik yang terjadi ditempat atau OPD lain di luar Kota Kupang dapat dikembangkan lebih lanjut disetiap OPD namun tetap berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang sebagai leading sector. Kebijakan terkait media layanan informasi publik dan media layanan pengaduan berbasis sistem informasi secara terintegrasi guna mengotomatisasi alur kerja (terkomputerisasi) secara online.</p> Yohanes Payong Hak Cipta (c) 2020 Jurnal Inovasi Kebijakan https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2020-11-25 2020-11-25 5 2 35 54 10.37182/jik.v5i2.56 Kondisi Kualitas Air Dan Perilaku Masyarakat Di Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Liliba Kota Kupang http://jurnalinovkebijakan.com/index.php/JIK/article/view/57 <p>Daerah aliran sungai (DAS) Liliba merupaan salah satu sub DAS yang melewati Kota Kupang yang rentan dengan penurunan kualitas air yang disebabkan oleh aktivitas domestik, industri kecil dan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi eksisting fisik dan kimia perairan Kali Liliba dan menganalisis kualitas perairan Kali Liliba serta mengidentifikasi persepsi masyarakat di dalam mengelola Daerah Aliran Sungai Kali Liliba. Penelitian dilaksanakan dengan mengukur langsung beberapa parameter kualitas air seperti Suhu, TDS, Kekeruhan, Bau, Rasa, pH, DO, N-Nitrit, Fosfat, Minyak dan lemak, Kesadahan (CaCO3) dan mendistribusikan kuisioner kepada warga yang tinggal di sempadan sungai di Sub DAS Kali Liliba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar Amonia (NH3-N) dan Fosfat (PO4-) di sub DAS Liliba telah melebihi ambang batas yang ditetapkan sesuai dengan PP No.82 Tahun 2001. Parameter pH, suhu, TDS, oksigen terlarut (DO), nitrit, nitrat, konsentrasi masing-masing parameternya masih dibawah baku mutu yang ditetapkan dalam PP No. 82 Tahun 2001. Analisa status kualitas air dengan mengunakan STORET. Hasil analisis menunjukkan bahwa sub DAS Liliba dikategorikan tercemar sedang. Sumber pencemar umumnya berasal dari sampah, limbah cair buangan baik dari septik maupun greywater, buangan limbah industri tahu, dan limbah peternakan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa 60% masyarakat langsung membuang limbah domestik ke sungai tanpa melewati proses pengolahan.</p> Philiphi de Rosari Ida Nurwiana Leonardus Lewa Leko Hak Cipta (c) 2020 Jurnal Inovasi Kebijakan https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2020-11-25 2020-11-25 5 2 55 65 10.37182/jik.v5i2.57