Jurnal Inovasi Kebijakan https://jurnalinovkebijakan.com/index.php/JIK <p>Jurnal Inovasi Kebijakan (JIK) adalah salah satu jurnal publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh <a title="Balitbangda Kota Kupang" href="http://litbang.kupangkota.go.id">Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Kupang</a>. Tujuan JIK adalah untuk membangun saluran komunikasi yang efektif antara para pemangku kepentingan termasuk lembaga penelitian dan akademik, pemerintah dan masyarakat. Ini juga bertujuan untuk mempromosikan dan menyebarluaskan temuan penelitian dalam pengembangan kebijakan baik di tingkat lokal maupun regional. Silahkan <a href="http://jurnalinovkebijakan.com/index.php/jurnalinovkebijakan/login">Masuk</a> atau <a href="http://jurnalinovkebijakan.com/index.php/jurnalinovkebijakan/user/register">Daftar </a>untuk memulai mengirimkan artikel ilmiah.</p> Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Kupang id-ID Jurnal Inovasi Kebijakan 2548-2165 <p><strong>Pemberitahuan Hak Cipta</strong></p> <p>Seorang penulis yang menerbitkan dalam Jurnal Inovasi Kebijakan (JIK) menyetujui persyaratan berikut:</p> <ul> <li class="show">Penulis memiliki hak cipta dan memberikan JIK hak untuk publikasi pertama karya secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 yang&nbsp;membolehkan pihak lain untuk membagi hasil publikasi ini dengan menyertakan penyebutan atas kepemilikan Penulis (<em>acknowledgement</em>&nbsp;<em>of the work’s authorship</em>) dan penerbitan pertama (<em>initial publication</em>) dalam jurnal ini;</li> <li class="show">Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam sebuah buku) dengan pengakuan publikasi awal dalam jurnal ini;</li> <li class="show">Penulis diizinkan dan didorong untuk mempostingkan karyanya secara online (misalnya, dalam repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penerbitan, untuk memperbesar peluang sitasi atas hasil penelitian yang diterbitkan.</li> </ul> <p>Baca lebih lanjut tentang Lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 di sini:&nbsp;<a href="https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/</a>&nbsp;.</p> Analisa Kesiapan Kota Pintar (Studi Kasus Pemerintah Kota Kupang) https://jurnalinovkebijakan.com/index.php/JIK/article/view/40 <p>Penelitian ini bertujuan mengetahui kesiapan kota kupang sebagai kota pintar, dalam rangka membantu proses penyusunan kebijakaan berupa rencana induk dan peta jalan kota pintar. Penilaian kesiapan kota pintar berdasarkan pedoman dari Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia yaitu <em>smart readiness</em> yang memiliki tiga parameter utama yaitu enabler, driver, dan mediator. Analisis SWOT digunakan untuk menganalisis kesiapan kota pintar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara struktur pemerintah Kota Kupang cukup siap, hal tersebut terbukti dari ketersediaan infrastruktur dan suprastruktur sudah siap untuk melaksanakan kota pintar. Kesiapan menurut faktor internal berupa kelebihan yaitu dukungan pemerintah daerah, letak Kota Kupang yang strategis, potensi ekonomi yang tinggi, dan Interaksi digital masyarakat yang baik. Di sisi lain, Kelemahannya manajemen pemerintah yang kurang kuat, pelayanan kesehatan yang belum maksimal, rendahnya literasi masyarakat, dan manajemen lingkungan hidup yang lemah. Dilihat dari faktor eksternal, terdapat kesempatan yaitu dukungan pemerintah pusat dan pengembangan revolusi industri 4.0. Adapun ancaman terhadap persiapan pemerintah kota kupang sebagai kota pintar yaitu perkembangan TIK yang cepat, penyalahgunaan TIK, daya saing regional melemah, menurunnya kualitas kota, perubahan kebijakan di tingkat pusat dan ancaman perubahan iklim.</p> Liky Yuliandro Ledoh Hak Cipta (c) 2019 Jurnal Inovasi Kebijakan 2019-11-26 2019-11-26 4 2 1 15 10.37182/jik.v2i4.40 Soda Molek: Efektifitas Pelayanan Publik Di Kelurahan Naikoten II Kecamatan Kota Raja Kota Kupang https://jurnalinovkebijakan.com/index.php/JIK/article/view/39 <p>Dalam rangka mendukung tata kelola Pemerintahan yang baik maka perlu dilakukan inovasi dalam pelayanan publik sebagai ruang bagi Pemerintah untuk memperbaiki sistem pelayanan yang selama ini kurang baik. Untuk itu, Pemerintah Kelurahan Naikoten II meluncurkan sebuah program inovasi pelayanan publik yang diberi nama SODA MOLEK. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana efektivitas pelayanan publik dengan menggunakan aplikasi SODA MOLEK di Kelurahan Naikoten II, jugauntuk menghimpun data dan informasi yang diperlukan terkait dengan faktor yang mempengaruhi efektivitasnya. Teknik penentuan sampel dilakukan secara <em>purposive sampling.</em> Lokasi penelitian dilakukan pada Kantor Lurah Naikoten II Kecamatan Kota Raja Kota Kupang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dan jenis penelitiannya adalah studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pelayanan publik menggunakan SODA MOLEK sangat efektif. Hal ini dipengaruhi oleh faktor&nbsp; ketersediaan SDM, disiplin pegawai, dan komitmen layanan publik, serta adanya dukungan dari pihak yang berkepentingan, selain dari dukungan sarana prasarana dan anggaran.</p> Christo Vorando Amalo Hak Cipta (c) 2019 Jurnal Inovasi Kebijakan 2019-11-26 2019-11-26 4 2 17 29 10.37182/jik.v2i4.39 Peran Pengawas Minum Obat Terhadap Keberhasilan Pengobatan Tuberculosis dengan Strategi DOTS di Puskesmas Oebobo Kota Kupang https://jurnalinovkebijakan.com/index.php/JIK/article/view/38 <p>Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Mycobakterium tuberkulosis. Pengobatan penyakit ini membutuhkan waktu yang lama yaitu sekitar 6-7 bulan, jangka waktu pengobatan yang lama ini memungkinkan penderita tidak patuh dalam minum obat. Untuk mencegah hal tersebut, maka dalam pengobatan tuberkulosis dibutuhkan Pengawas Minum Obat (PMO). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran Pengawas Minum Obat terhadap keberhasilan pengobatan tuberkulosis dengan strategi DOTS selama 6 bulan (Juli 2017 - Januari 2018) di Puskesmas Oebobo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dengan sampel berjumlah 30 orang, terdiri dari laki-laki 20 orang (66,66 %) dan perempuan 10 orang (33,34%). Hasil penelitian ini menunjukan presentase angka kesembuhan 100% dan persentase PMO aktif (60%) dan tidak aktif (40%). Hal ini menunjukan bahwa kesadaran penderita untuk sembuh cukup tinggi karena ada 40% PMO tidak aktif namun kesembuhan penderita mencapai angka 100%.</p> Ni Nyoman Yuliani Indrawati Maria Legaletha Tadeus Andre Novita Saal Hak Cipta (c) 2019 Jurnal Inovasi Kebijakan 2019-10-29 2019-10-29 4 2 31 41 10.37182/jik.v2i4.38 Efektifitas Perguliran Modal Penguatan dan Pengembangan Usaha Ekonomi Produktif Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PEM) di Kota Kupang https://jurnalinovkebijakan.com/index.php/JIK/article/view/jik.v2i4.43 <p>Pemerintah Kota Kupang sejak tahun 2013 kembali meluncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PEM), bertujuan untuk penguatan serta pengembangan usaha ekonomi kreatif masyarakat berskala kecil, melalui perguliran modal usaha tanpa bunga sebesar Rp. 90.320.150.000,- milyard, kepada 15.395 peserta dengan nilai kemacetan sebesar&nbsp; Rp. 6,2 milyard (6,86%). Penelitian ini bertujuan: mengetahui efektifitas dari perguliran dana program PEM terhadap peningkatan kinerja usaha dan pendapatan peserta program serta menemukan rekomendasi strategi pemecahan masalah kemacetan dana yang digulirkan. Metode penelitian: penelitian evaluasi menggunakan data sekunder yang bersumber dari metode FGD dengan stakeholders, laporan kajian penelitian terdahulu dan data lainnya yang dirangkum dari sumber informasi publik secara online. Hasil Penelitian: kinerja pengelolaan usaha masih sederhana dibuktikan oleh alasan pemilihan jenis usaha karena keinginan peserta; kondisi lokasi usaha tidak semua layak; pelaksanaan usaha belum dikelola secara benar; penatausahaan keuangan tanpa pencatatan; omzet penjualan meningkat untuk jenis dan skala usaha tertentu, tetapi tidak terjadi peningkatan skala usaha dan diversifikasi usaha. Kemacetan perguliran dana terjadi terkait dengan manajemen usaha yang belum berorientasi bisnis serta kurangnya aktifitas pendampingan dalam bina manusia, bina usaha, serta bina kelembagaan. Penanganan kemacetan dana PEM dapat ditempuh melalui: sanksi sosial, penerapan hukum perdata dan pidana sebagai jalan terakhir untuk menjerat peserta yang tidak beritikad baik. Hak tagih dapat diserahkan kepada Lurah, LPM dan jaksa dalam kapasitasnya selaku kepala wilayah, pendamping dan pengacara negara</p> Charles Kapioru Hak Cipta (c) 2019 Jurnal Inovasi Kebijakan 2019-11-26 2019-11-26 4 2 43 50 10.37182/jik.v2i4.43 Determinan Tingkatan Perilaku Merokok Remaja Kota Kupang https://jurnalinovkebijakan.com/index.php/JIK/article/view/37 <p>Rokok adalah penyebab utama kematian dengan 80% penggunanya berusia di bawah usia 18 tahun di seluruh dunia. Apabila trend ini terus berlanjut maka diperkirakan lima juta anak usia di bawah 18 tahun yang hidup hari ini akan meninggal sebelum menjadi dewasa karena mereka mulai merokok sejak usia remaja. Tujuan penelitian adalah untuk menguji dampak karakteristik sosiodemografi dan faktor sosial terhadap tingkatan perilaku merokok remaja. Sampelnya adalah remaja usia 12-21 yang dipilih secara random pada satu (1) sekolah SMP, satu (1) sekolah SMA dan satu (1) pasar di Kota Kupang yang kemudian diuji menggunakan <em>Regresi Logistic Ordinal</em> dan <em>Odds Ratio</em> dengan pendekatan Teori Kognitig Sosial.</p> <p>Hasil penelitan menunjukan bahwa variabel karakteristik sosiodemografi melalui pendapatan dan gender pada tingkat signifikansi &lt;0.05 berpengaruh terhadap perilaku merokok remaja, sedangkan prediktor usia tidak berpengaruh dengan nilai signifikansi 0.66&gt;0.05 dengan peluang menjadi perokok <em>regular</em>/<em>intermittent</em>/<em>experiment smoker</em> (0.59x, 0.96x, 2x; 0.117x, 0.952x, 1.381x; 9.188x, 2.266x, 4.165x). Variabel faktor sosial melalui <em>peer smoker</em> dan <em>paternal smoker</em> berpengaruh terhadap perilaku merokok remaja pada level signifikasi 0.038 dan 0.000&lt;0.05 dan berpeluang menjadi perokok <em>regular</em>/<em>intermittent</em>/<em>experiment smoker</em> (0.160x, 1.282x, 1.538x; 0.052x, 1.088x, 2x).</p> Mesri Welhelmina Nisriani Manafe Yudith F. Lerrick Boy S. Effendy Hak Cipta (c) 2019 Jurnal Inovasi Kebijakan 2019-11-26 2019-11-26 4 2 51 59 10.37182/jik.v2i4.37