Peran Pengawas Minum Obat Terhadap Keberhasilan Pengobatan Tuberculosis dengan Strategi DOTS di Puskesmas Oebobo Kota Kupang

  • Ni Nyoman Yuliani Prodi Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang
  • Indrawati Maria Prodi Farmasi Poltekkes Kemenkes Kupang
  • Legaletha Tadeus Andre Universitas Nusa Cendana Kupang
  • Novita Saal Puskesmas Oebobo Kupang
Kata Kunci: Tuberkulosis, Puskesmas Oebobo, Peran Pengawas Minum Obat

Abstrak

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Mycobakterium tuberkulosis. Pengobatan penyakit ini membutuhkan waktu yang lama yaitu sekitar 6-7 bulan, jangka waktu pengobatan yang lama ini memungkinkan penderita tidak patuh dalam minum obat. Untuk mencegah hal tersebut, maka dalam pengobatan tuberkulosis dibutuhkan Pengawas Minum Obat (PMO). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran Pengawas Minum Obat terhadap keberhasilan pengobatan tuberkulosis dengan strategi DOTS selama 6 bulan (Juli 2017 - Januari 2018) di Puskesmas Oebobo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dengan sampel berjumlah 30 orang, terdiri dari laki-laki 20 orang (66,66 %) dan perempuan 10 orang (33,34%). Hasil penelitian ini menunjukan presentase angka kesembuhan 100% dan persentase PMO aktif (60%) dan tidak aktif (40%). Hal ini menunjukan bahwa kesadaran penderita untuk sembuh cukup tinggi karena ada 40% PMO tidak aktif namun kesembuhan penderita mencapai angka 100%.

Referensi

Anonim. (2013). Bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan (P2PL)Profil kesehatan Propinsi NTT Kupang.

Anonim. (2014). Pedoman Nasional Pengendalian tuberkolosis

Anonim. (2014). Pengendalian dan Penyehatan Lingkugan. Jakarta. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Anonim. (2014) tentang Pusat Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Anonim. (2015) Pharmateutical untuk penyakit tuberkulosis. Direktorat Bina Farmasi. Departemen Kesehatan Republik Indonesia

Anonim. (2016) Pedoman penanggulangan tuberkolosis, Jakarta, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Buku Saku Petugas Program TBC. Jakarta Departemenen Kesehatan Republik Indonesia

Dewi dan Kumalasari. (2012). Pengaruh Pengawasan Menelan Obat (PMO) terhadap kepatuhan minum obat pada pasien TBC di Puskesmas Kedurus Surabaya.

Sugiyono. (2011). Statistika Untuk Penelitian, Alfabeth. Bandung.

Tjay, dan Rahardja, K. (2007). Obat – obat penting edisi VI. PT. Elex Media Komputindo Jakarta.

Diterbitkan
2019-10-29
Cara sitasi
Yuliani, N. N., Maria, I., Andre, L. T., & Saal, N. (2019). Peran Pengawas Minum Obat Terhadap Keberhasilan Pengobatan Tuberculosis dengan Strategi DOTS di Puskesmas Oebobo Kota Kupang. Jurnal Inovasi Kebijakan, 4(2), 31-41. https://doi.org/10.37182/jik.v2i4.38