Determinan Tingkatan Perilaku Merokok Remaja Kota Kupang

Penulis

  • Mesri Welhelmina Nisriani Manafe Universitas Kristen Artha Wacana Kupang
  • Yudith F. Lerrick Universitas Kristen Artha Wacana Kupang
  • Boy S. Effendy Universitas Kristen Artha Wacana Kupang

DOI:

https://doi.org/10.37182/jik.v2i4.37

Kata Kunci:

Perilaku merokok remaja, Karakteristik sosiodemografi, Faktor sosial, Regresi logistik ordinal, Odds ratio

Abstrak

Rokok adalah penyebab utama kematian dengan 80% penggunanya berusia di bawah usia 18 tahun di seluruh dunia. Apabila trend ini terus berlanjut maka diperkirakan lima juta anak usia di bawah 18 tahun yang hidup hari ini akan meninggal sebelum menjadi dewasa karena mereka mulai merokok sejak usia remaja. Tujuan penelitian adalah untuk menguji dampak karakteristik sosiodemografi dan faktor sosial terhadap tingkatan perilaku merokok remaja. Sampelnya adalah remaja usia 12-21 yang dipilih secara random pada satu (1) sekolah SMP, satu (1) sekolah SMA dan satu (1) pasar di Kota Kupang yang kemudian diuji menggunakan Regresi Logistic Ordinal dan Odds Ratio dengan pendekatan Teori Kognitig Sosial.

Hasil penelitan menunjukan bahwa variabel karakteristik sosiodemografi melalui pendapatan dan gender pada tingkat signifikansi <0.05 berpengaruh terhadap perilaku merokok remaja, sedangkan prediktor usia tidak berpengaruh dengan nilai signifikansi 0.66>0.05 dengan peluang menjadi perokok regular/intermittent/experiment smoker (0.59x, 0.96x, 2x; 0.117x, 0.952x, 1.381x; 9.188x, 2.266x, 4.165x). Variabel faktor sosial melalui peer smoker dan paternal smoker berpengaruh terhadap perilaku merokok remaja pada level signifikasi 0.038 dan 0.000<0.05 dan berpeluang menjadi perokok regular/intermittent/experiment smoker (0.160x, 1.282x, 1.538x; 0.052x, 1.088x, 2x).

Referensi

Brandon, Thomas. (2000). Smoking, Stress, and Mood. H. Lee Moffit Cancer Center and Research Institute at the University of South Florida.

Chaplin, J.P.(2005). Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta. Rajawali Pers.

Cohen, Sheldon & Lichtenstein, Edward. (1990). Perceived Stress, Quitting Smoking, and Smoking Relaps. Health Psychology, 9(4): 466-478.

Davison, Gerald C.; Neale, John M. and Kring, Ann M. (2006). Psikologi Abnormal (Edisi ke-9). Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.

Ellickson, P. L., Orlando, M., Tucker, J.S., Klein MS, David J. (2004). From Adolescence to Young Adulthood: Racial/ Ethnic Disparities in Smoking. American Journal of Public Health, 94(2): 293-299.

Fink, George. (2007). Encyclopedia of Stress Vol II. 2nd ed. San Diego: Academic Press.

Gullotta, Thomas P. & Adams, Gerald R. (2005). Handbook of Adolescent Behavioral Problems: Evidence-Based Approaches to Prevention and Treatment. New York: Springer Science.

Hurlock, B.Elizabeth. (1999). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Terjemahan oleh Istidawanti & Soedjarwo. Jakarta: Erlangga.

Karch, M.D., Steven B. (1998). Drug Abuse Handbook. New York: CRC Press.

Komalasari, Dian & Helmi, Avin Fadilla. 2000. Faktor-Faktor Penyebab Perilaku Merokok Pada Remaja. Jurnal Psikologi, 28: 37-47.

Leventhal, Howard & Cleary, Paul D. (1980). The Smoking Problem: A Review of the Research and Theory in Behavioral Risk Modification. Psychological Bulletin, 80(2): 370-405.

López, M. L., Herrero, P., Comas, A., Leijs, I., Cueto, A., Charlton, A., Markham, W. and de Vries, H. (2004). Impact of Cigarette Advertising on Smoking Behaviour in Spanish Adolescents as Measured Using Recognition of Billboard Advertising. European Journal of Public Health, 14(4): 428 432.

Mappiare, Andi. (1992). Pengantar Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Paavola, M., Vartiainen, E. and Haukkala, A. (2004). Smoking From Adolescence to Adulthood, the Effects of Parental and Own Socioeconomic Status. European Journal of Public Health, 14(4): 417-420.

Rachiotis, G., Muula, A. S., Rudatsikira, E., Siziya, S., Kyrlesi, A., Gourgouliani, K. and Hadjichristodoulou, C. (2008). Factors Associated With Adolescent Cigarette Smoking in Greece: Results From A Cross Sectional Study (GYTS Study). BMC Public Health, 8: 313.

Richardson, E. E. L., Papandonatos, G., Kazura, A., Stanton, C. and Niaura, R. (2002). Differentiating Stages of Smoking Intensity Among Adolescents: Stage-Specific Psychological and Social Influences. Journal of Consulting and Clinical Psychology, 70(4): 998-1009.

Scragg, Robert; Laugesen, Murray and Robinson, Elizabeth. (2002). Cigarette Smoking, Pocket Money and Socioeconomic Status: Results From A National Survey of 4th Form Students in 2000. The New Zealand Medical Journal, 115.

Siziya, S., Rudatsikira, E., and Muula, A. S. (2007). Cigarette Smoking Among School-Going Adolescents in Kafue, Zambia. Malawi Medical Journal, 19(2): 75-78.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2019-11-26

Cara Mengutip

Manafe, M. W. N., Lerrick, Y. F., & Effendy, B. S. (2019). Determinan Tingkatan Perilaku Merokok Remaja Kota Kupang. Jurnal Inovasi Kebijakan, 4(2), 51-59. https://doi.org/10.37182/jik.v2i4.37