Strategi Penataan Permukiman Kumuh Pesisir Kota Kupang (Suatu Pendekatan Perilaku Lingkungan)

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.37182/ba92vb43

Kata Kunci:

kota tepian air, kumuh, kumuh pesisir, kupang, perilaku lingkungan

Abstrak

Permukiman kumuh adalah masalah yang terjadi di banyak kota-kota yang sedang berkembang, seperti halnya Kota Kupang di Indonesia bagian timur. Fenomena berkembangnya permukiman kumuh di Kota Kupang juga dapat ditemukan di wilayah-wilayah pesisirnya. Sebagai kota dengan konsep water front city, kondisi ini harus segera ditangani agar tidak meluas dan semakin berat. Apabila dibiarkan, kawasan kumuh pesisir akan merusak tata ruang kota secara keseluruhan, karena sebagai water front city, wilayah pesisir adalah area yang sangat penting. Di dalam wilayah Kota Kupang terdapat 78,67 Ha kawasan kumuh, sekitar 10 Ha di antaranya terletak di area pesisir. Berbagai strategi telah dilakukan untuk menata ulang kawasan kumuh pesisir untuk mengatasi permasalahan kumuh yang ada. Strategi intervensi fisik berupa perbaikan dan pembuatan sarana prasarana lingkungan serta rumah layak huni telah dilakukan oleh pemerintah. Namun, untuk menjaga agar dampak dari intervensi fisik ini dapat dipertahankan dan berkelanjutan, dibutuhkan penerapan strategi intervensi non-fisik. Strategi ini dimaksudkan untuk mendorong terbentuknya perilaku lingkungan yang pada gilirannya akan membangun budaya baru yang di dalamnya tata lingkungan yang sehat, bersih, estetik, dan berkelanjutan menjadi aspek penting dan permanen dalam keseharian masyarakat.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

antaranews.com. (2022). Oesapa Barat jadi kawasan prioritas penataan permukiman kumuh. https://kupang.antaranews.com/berita/97089/oesapa-barat-jadi-kawasan-prioritas-penataan-permukiman-kumuh

Badan Pusat Statistik Kota Kupang. (2025). Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Menurut Kabupaten/Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur, 2023. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Menurut Kabupaten/Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur, 2023

Barker, R. G. (1968). Ecological psychology: Concepts and methods for studying the environment of human behavior. Stanford University Press.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kupang. (2024). Profil Perumahan dan Permukiman Kumuh Kota Kupang.

Djati, A. A. A., Wulakada, H. H., & Rahmawati, A. (2023). Penanganan Pemukiman Kumuh, Studi Kasus Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang. Jurnal Geografi, 19(1), 10–24.

Duhigg, C. (2012). The Power of Habit-Why We Do What We Do and How to Change It (1st ed.). Random House, Inc.

Fanggidae, L. W. (2001). Elemen-elemen Lingkungan menurut Kognisi Penghuni Lingkungan Hunian, Studi Kasus Kelurahan Fatufeto dan Kelurahan Nefonaek di Kota Kupang. Universitas Gadjah Mada.

Fanggidae, L. W. (2024). The Application of Adjustments as a Coping Strategy to Overcome the Space Deficiency Problem in Urban Areas. Civil Engineering and Architecture, 12(2), 963–981. https://doi.org/10.13189/cea.2024.120221

Fanggidae, L. W., Subroto, T. Y. W., & Nareswari, A. (2020). Defining and Defending Territory in Urban Space Environment. The International Journal of Interdisciplinary Environmental Studies, 14(1), 13–29. https://doi.org/10.18848/2329-1621/CGP/v14i01/13-29

Haidar, N. A., Jofani, A., & Chandra, M. F. W. (2023). Patterns and Characteristics of Settlement in The Coastal Area of Tegalsari Urban Village, West Tegal Sub-District, Tegal City. Jurnal Planologi, 20(2). https://doi.org/10.30659/jpsa.v20i2.31256

Kaplan, S., & Kaplan, R. (1982). Cognition and Environment- Functioning in An Uncertain Environment. Praeger Publishers.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia tentang Tentang Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh (Nomor 02/PRT/M/2016).

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia. (2018). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 14 Tahun 2018 tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh. In MPU dan PRRI (Nomor 14, hal. 1–43).

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. (2020). Pengertian dan Karakteristik Permukiman Kumuh. perkim.id. https://perkim.id/kawasan-kumuh/pengertian-dan-karakteristik-permukiman-kumuh/

Mintiea, T., & Piggawati, B. (2018). Hubungan Karakteristik Permukiman dengan Bentuk Adaptasi Masyarakat terhadap ROB di Pesisir Kota Semarang. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 14(3), 199–212. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/pwk/index

Moors, A., & De Houwer, J. (2006). Automaticity: A theoretical and conceptual analysis. Psychological Bulletin, 132(2), 297–326. https://doi.org/10.1037/0033-2909.132.2.297

Murtiono, H., Gunawan, I. A., & Rinoa, L. (2024). Management of Slums in the Kotaku Program with Sustainable Urban Governance in Batam City. ASTONJADRO, 13(2), 371–377. https://doi.org/https://doi.org/10.32832/astonjadro.v13i2.14824

Muta’ali, L., & Nugroho, A. R. (2019). Permukiman Kumuh di Indonesia dari Masa ke Masa: Perkembangan Program Penanganan (1 ed.). UGM Press. https://digitalpress.ugm.ac.id/book/234

Pemerintah Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (84). Lembaran Negara Republik Indonesia.

Pemerintah Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Lembaran Negara Republik Indonesia. https://peraturan.bpk.go.id/

Putra, R. W. S., & Pigawati, B. (2021). Tipologi Permukiman Kawasan Pesisir Kecamatan Semarang Utara. Jurnal Planologi, 18(1), 41. https://doi.org/10.30659/jpsa.v18i1.13179

Putri, G. T., Karmilah, M., & Rahman, B. (2023). Tipologi Permukiman Kumuh Pesisir. Jurnal Kajian Ruang, 3(1), 72. https://doi.org/10.30659/jkr.v3i1.29528

Putro, J. D. (2011). Penataan Kawasan Kumuh Pinggiran Sungai Di Kecamatan Sungai Raya. Jurnal Teknik Sipil, 11(1). https://doi.org/10.26418/jtsft.v11i1.1066

Rapoport, A. (1977). Human Aspects of Urban Form, Towards A Man-Environment Approach to Urban Form and Desigan. Pergamon Press.

Rindarjono, M. G. (2012). Slum Kajian Permukiman Kumuh Dalam Perspektif Spasial. Media Perkasa.

Saputra, W., Sukmaniar, S., & Hermansyah, M. H. (2022). Permukiman Kumuh Perkotaan: Penyebab, Dampak Dan Solusi. Environmental Science Journal (esjo): Jurnal Ilmu Lingkungan, 1(1), 12–17. https://doi.org/10.31851/esjo.v1i1.10929

Sari, A. R., & Ridlo, M. A. (2021). Studi Literature: Identifikasi Faktor Penyebab Terjadinya Permukiman Kumuh di Kawasan Perkotaan. Jurnal Kajian Ruang, 1(2), 160–176. https://doi.org/https://doi.org/10.30659/jkr.v1i2.20022

Sidratul Azis, H. (2024). Teori Pengkondisian Klasik Ivan Paplove Dalam Pembelajaran. Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha, 14(1), 507–514.

UN-Habitat. (2020). World Cities Report 2020.

UN HABITAT. (2024). Annual Report 2024: Adequate housing for all. www.unhabitat.org

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman (2011).

Veitch, R., & Arkkelin, D. (1995). Environmental Psychology: An Interdisciplinary Perspective. Prentice Hall.

www.tempo.co.id. (2021). Permukiman kumuh dan hutan mangrove di kupang akan disulap jadi ikon wisata. https://www.tempo.co/hiburan/permukiman-kumuh-dan-hutan-mangrove-di-kupang-akan-disulap-jadi-ikon-wisata-472346

Unduhan

Diterbitkan

30-11-2025

Cara Mengutip

Fanggidae, L. W. (2025). Strategi Penataan Permukiman Kumuh Pesisir Kota Kupang (Suatu Pendekatan Perilaku Lingkungan). Jurnal Inovasi Kebijakan, 9(1), 1-37. https://doi.org/10.37182/ba92vb43

Artikel Serupa

1-10 dari 53

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.