Place Triangle Strategy for development of Sustainable Tourism Based on Community in Kupang City, East Nusa Tenggara

Authors

  • Maria Bernadetha Ringa mariabernadetha73@gmail.com

DOI:

https://doi.org/10.37182/jik.v5i2.52

Keywords:

government role, private sector role, CBT, sustainable tourism development

Abstract

The presence of tourism is proven to have had a positive impact on improving the welfare of the people in Kupang City, NTT, because it has created jobs for people around tourism destinations, such as: the growth of culinary businesses, shops, trade businesses, travel agencies, art shops and other tourism businesses. The role of government, private sector, and social capital is needed to support the success of community-based sustainable tourism in Kupang City. This study aims to find: (1) the right concept in the triangle for sustainable tourism development; (2) strategies for the role of the government, private sector, and community participation in sustainable tourism development in Kupang City; (3) to design the right strategy in the development of sustainable tourism in Kupang City. This research was conducted in Kupang City, East Nusa Tenggara Province, in six sub-districts, where there are tourist destinations, both natural tourism, marine tourism, religious tourism, and artificial tourism. The samples in this study were 270 respondents. Data were collected, to strengthen the tourism strategy in Kupang City using a SWOT analysis. The results of the research and data analysis show that: (1) the roles of the government, private sector and society are implemented in the triangle concept, (2) the right strategy in community-based tourism development in Kupang City, namely: Weaknesses and Opportunities, which is a strategy to minimize weaknesses by taking advantage of opportunities.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aristywati (1991). Potensi Bendungan Palasari Sebagai Obyek Wisata di Kabupaten Jembrana (Disertasi).

Astawa Puja.(2002). Pola Pengembangan Pariwisata Bertumpuh pada Model Pemberdayaan Masyarakat di Wilayah Bali Tengah.

Baksh et al. (2013). Kajian Aplikasi Modal Sosial terhadap CBT di Wilayah Tambak Sari Kabupaten Pasuruan Jawa Timur.

Bandaso Sari. (2018). Kerjasama kunci keberhasilan pariwisata, Timex, Kupang.

Bapeda Propinsi NTT.(2017). Data Makro Nusa Tenggara Timur.

Bapeda Propinsi NTT. (2017). Indeks Pembangunan Manusia, dan Distribusi Pendapatan di Nusa Tenggara Timur.

Bapeda Propinsi NTT. (2016). Data Makro, Kupang 2016.

Bappeda Kota Kupang.(2017). Pertumbuhan Penduduk Kota Kupang 2017.

Berger. L. (1992). Hotel Crime: Are Yoy as Safe as You Think? Corcporate Travel. November. 26-29.

BPS Propinsi NTT. (2016), Berita Resmi Statistik, BPS Propinsi NTT 2016.

BPS Propinsi NTT. (2017), Berita Resmi Stastistik, BPS Propinsi NTT 2017.

BPS Kota Kupang. (2016), Statistik Daerah NTT, BPS Kota Kupang 2016.

Cooper, C. Fletcher. J Gilbert D., (1993), Torism: Tourism: Priciple and practice. Harlow. UK : Longman.

Dewi, Made Heny Urmila, Chavid Fandeli,M. Baiquni.(2013). Pengembangan desa wisata berbasis partisipasi masyarakat lokal di desa wisata Jatiluwih,Bali.Kawistara, vol 3 no 22013

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreaktif Provinsi NTT, (2016), Data Kepariwisataan.

Dinas Pariwisata Kota Kupang, (2017), Data Kepariwisataan Kota Kupang 2017.

Dinas Pendapatan Daerah Kota Kupang,(2018). Pendapatan Daerah Hotel, Restoran dan Tempat Hiburan di Kota Kupang.

Dinas Penaman Modal,(2018), Data jumlah usaha pariwisata di Kota Kupang 2014-2018, Kupang

Elfianita. E., (2006), Pembangunan Pariwisata Berbasis Community Based Tourism (CBT) di Desa Wisata Limbasari Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga. Jurnal, UNY.

Jelamu Marius,(2017), Menuju NTT Bangkit menuju masyarakat sejahtera 2018-2023, Jurnal Bapeda NTT

Kameo, Daniel. (2018) NTT Bangkit, Kota Kupang Jurnal BAPEDA NTT

Kodhyat. H. (1996). Sejarah Pariwisata dan Perkembangannya di Indonesia. Jakarta: Gramedia.

Hadi Kusdianto,(1996) Strategi perencanaan pengembangan destinasi wisata Jakarta ; UI. Press.

Latu Edisius (2017) Membangun Sumber Daya Manusia NTT di Bidang Pariwisata. Jurnal BAPEDA NTT

Leiper. N. (1995), Tourism Systems: An Interdisciplinary Perspective. Department of Management Systems Business Studies Faculty, Messey University, Palmerston North, New Zailand.

Morrison, A.M. (2013). Marketing And Managing Tourism Destinations. London and New York: Routledge.

Maromon Y Rifat, (2017), Analisis Obyek Wisata Dan Arah Pengembangannya di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (Tesis).

Marpaung, Happy,(2002), Pengantar Pariwisata. Bandung:Alfabeta.

Menteri Pariwisata RI,(2015), Peringatan World Tourism Day dan Hari Kepariwisataan Nasional ( Sambutan ) diunduh 2015 September 23.

Murphy, P.E.,(1983), Tourism as Community Industry. Tourism Management. Vol. 4. 180-193.

Nyoman Nofriya.(2016), Masyarakat berwawasan partisipatf, Surakarta; UNS Press

Parwata, I Putu, (2004), Peran Pemeritah Terhadap Modal Sosial Dalam Pembangunan Pariwisata Berbasis Masyarakat dan Berkelanjutan di Badung Utara (Disertasi).

Panning, (2001), Studi Tentang Implementasi Konsep Pariwisata Kerakyatan di Bali.

Pemerintah Provinsi NTT,(2015), Peraturan Daerah Provinsi NTT No 5 Tahun 2015 Tentang Rencana Pembangunan Kepariwisataan Provinsi NTT Tahun 2015–2025. Kota Kupang Pemprov NTT.

Pitana, I Gde dan Diarta, I Ketut Surya, (2009), Pengantar Ilmu Pariwisata, Yogyakarta: Penerbit Andi.

Pitana, I Gede (2002), Kebijakan dan Strategi Pemerintah Daerah Bali Dalam Pembangunan Pariwisata, Semiar Nasional Pariwisata Bali, the last or the lost paradise, Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan, Denpasar Universitas Udayana.

Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPARDA) Nusa Tenggara Timur 2015-2022, Pembangunan Pariwisata di NTT, Kota Kupang.

Sarinen, (2006) Konsep Pariwisata Berbasis Masyarakat. Surakarta: UNS Press.

Slamet,Y,(1992). Pembangunan Masyarakat berwawasan partisipastif, Surakarta; UNS Press.

Stella S. Oriela T,(2000), Community Based Tourism, A Strategi for sustainable tourism managemen in Korea Region, The Community Tourism Guide.

Suyana Made, (2006), Pengaruh Perkembangan Pariwisata Terhadap Perekonomian dan perubahan Struktur Ekonomi Serta Kesejahteraan Masyarakat di Propinsi Bali (Disertasi) Universitas Airlangga, Surabaya

Syafii, M & Suwandono, D (2015), Perencanaan Desa Dengan Menggunakan Pendekatan Konsep CBT di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Ruang E- ISSN 2356-0088, vol. 1 No 2.

Timor Eksprest (Timex) (2018), Samakan persepsi tentang pariwisata, Kupang, Gramedia.

Undang-Undang No 10 Tahun 2009, Daya Tarik Wisata. Kementrian Pariwisata, Jakarta.

UNWTO,(2007), A Practical Guide to Tourism Destination Management. UNWTO Publications, p. 1-150. Madrid

World Travel and Tourism Council , (2016) Publications, Madrid and UNEP, Paris.

Valene, L. Smith, (1992), Introduction: The Quest in Guest. Annals of Tourism Research. Vol. 19 (1) 1-17.

World Tourism Organization, (2004), Indicator of Sustainable Development For Tourism Destinations. A Guide book. Madrid. Spain.

www.nttonlinenow.com/new.2018, Minat wisatawan ke NTT meningkatkat dalam 5 (lima) Tahun terahir.

Yoeti, Oka A. (2008). Perencanaan Pembangunan Pariwisata. Jakarta: Pradnya Paramita.

Published

2020-11-25

How to Cite

Place Triangle Strategy for development of Sustainable Tourism Based on Community in Kupang City, East Nusa Tenggara. (2020). Jurnal Inovasi Kebijakan, 5(2), 9-25. https://doi.org/10.37182/jik.v5i2.52

Similar Articles

1-10 of 34

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)